Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Harapan dan Doa

Ia menyebutnya lelaki akhirat. Sedangkan perempuan yang jatuh cinta, dijulukinya perempuan telaga. Harapannya, akan ada kesejatian cinta di antara mereka. Doanya, “Perkenankan mereka, saling mencintai untuk dunia-akhiratnya, Pencipta Kehidupan.” Ini cerita usang, yang diharap akan abadi hingga nanti. Lelaki akhirat adalah seorang yang senantiasa menjaga diri, ia jalankan perintah-Nya dengan ilmu. Dicarinya pengetahuan seluas-luasnya, untuk menyampaikan seluruh kabar kebenaran dengan keberanian. Tak banyak bicara memang, sejatinya. Hanya, nasihatnya tak pernah lapuk termakan usia. Melalui hati ia memberi kebaikan, maka melalui hati pula penerimaan akan mengkristal, tanpa banyak perlawanan. Berbeda dengan perempuan telaga. Ia adalah seorang yang biasa saja, meski lingkungan membuatnya otomatis terjaga. Hanya, semakin dewasa keinginannya adalah memberontak, agar ada kesadaran dalam diri untuk tunduk patuh dengan pemahaman utuh bahwa kehaqiqian adalah kebutuhan. Bukan pewarisan dari doktri...