Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Aliran Pendidikan dalam "Novel Totto-chan"

Gambar
Aliran pendidikan yang diterapkan dalam cerita Novel Totto-Chan adalah aliran pendidikan Konvergensi (Nativisme dan Empirisme), Progresivisme, dan Esensialisme. Aliran konvergensi adalah penyatuan antara aliran nativisme dan empirisme, artinya adalah bahwa kedua aliran tersebut saling bersinergi. Faktor pembawaan dan faktor lingkungan sama-sama mempunyai peranan yang sangat penting, keduanya tidak dapat dipisahkan sebagaimana teori nativisme teori ini juga mengakui bahwa pembawaan yang dibawa anak sejak lahir juga meliputi pembawaan baik dan pembawaan buruk. Pembawaan yang dibawa anak pada waktu lahir tidak akan bisa berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang sesuai dengan pembawaan tersebut. Aliran Esensialisme modern adalah aliran pendidikan yang memiliki karakterisitik; berpusat pada guru, peserta didik dipaksa untuk belajar mencakup mata-mata pelajaran akademik yang pokok. Aliran progresivisme adalah gerakan pendidikan yang mengutamakan penyelengg...

Dibalik Rindu

Kalau rindu hanya terdengar dari ucapan kata, maka orang tua kita tidak demikian. Rindu bisa berubah menjadi doa dan aneka bentuk tindakan yang tidak bisa kita temukan padanannya pada orang lain. Kalau rindu hanya berwujud huruf menjadi kata, maka seseorang itu tidak membuatnya menjadi demikian. Rindu bisa berubah menjadi kesibukan mempersiapkan pertemuan. Di balik kerinduan setiap orang, rindu telah mengubah pikiran menjadi kadang sempit kadang luas, mengubah kata menjadi sendu, dan menjadi doa lebih kuat dari biasanya.

Sepenggal Bab Kehidupan

atas kata yang tak sempat terucap, rindu yang tak sempat terlisan | kugantikan dengan maaf lewat doa, walau dalam sunyi kupanjatkan menahan hati memang menyiksa, tapi lebih baik ketimbang dosa | karena seringkali sabar itu diuji paling keras saat harus diamkan rasa aku hanya manusia biasa, lemah dan mungkin terluka | tapi tak mengapa, waktu akan membawaku terbiasa tidak semua hal yang kuinginkan harus jadi kenyataan | penantian, pengorbanan, juga suatu kebaikan dan pelajaran dari kegagalan aku belajar berharap, dari penantian kesabaran kuserap | dari kekecewaan doaku menetap, dari kekhawatiran sujudku meratap aku belajar melepaskan yang memang tak kumiliki | lalu mengais kenangan untuk menemukan arti demi arti hidup siapa yang sempurna? mungkin takkan pernah ada | bagiku, mendekati sempurna, jika bisa menemukan makna begitulah aku jadi sepenggal bab kehidupan bagimu, cerita sampingan | kita tak meminta untuk mengawali, namun kita tutup dengan ketaatan yang m...

Catatan Besarku

Ada banyak hal hal yang belakangan membuat kita menangis. Tapi menangis tidak melulu tentang kesedihan. Kadang, kita bisa menangis karena luar biasa terharu dengan cara Allah menghindarkan kita dari bahaya. Kita bisa terharu dengan cara Allah yang Maha Lembut membuat diri kita terjaga dari kejahatan yang mengintai kapanpun tanpa pernah kita sadari. Kita bisa menangis karena tidak menyangka bahwa segala kesedihan yang sebelumnya bikin dada kita sesak, tangis yang menggugu gugu, bahkan airmata yang uncontrolable, ternyata berujung pada kebahagiaan yang tidak terprediksi. Kita bisa dengan tidak menyadari mengeluarkan airmata sebab menahan rindu yang teramat dalam. Entah pada seseorang atau sesuatu. Kita bahkan bisa dengan mudah mengeluarkan airmata karena takjub dengan cara cara Allah mengantarkan kita pada diri kita yang sekarang. Dengan kuasa Allah, kita yang secara tidak sadar telah menjadi lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Kita sering kaget dengan rencan...

Surat Untuk Bian: Perihal Kehilangan

Assalamualaikum Bian, pagi :) Bi, Kita tidak pernah bisa menghindari kehilangan. Kehilangan apapun dan siapapun. Kehilangan karena Allah lebih dulu memanggilnya atau kehilangan-kehilangan karena yang lainnya. Yang harusnya kita cari rumusnya adalah bagaimana cara menguatkan dirisendiri untuk menghadapinya. Bian, kita sama-sama ingat ini ya: “ Kehilangan tidak pernah datang lebih cepat juga tidak pernah datang terlambat. Selalu datang tepat pada waktunya, sesuai dengan ketetapan-Nya. Bilapun hari ini kita tidak kehilangan dengan cara yang ini, kemungkinan dengan cara yang itu, bila bukan dengan cara yang itu, kemungkinan dengan cara yang begini, bila bukan dengan cara yang begini, kemungkinan dengan cara yang begitu, atau dengan cara-cara yang tidak pernah kita sangka-sangka. Perihal kehilangan; Bukan waktunya yang bisa ditunda, namun caranya yang memiliki kemungkinan untuk berbeda.” Kita sama bi. Sama-sama pernah kehilangan. Ditinggal pergi untuk selamanya. Dim...

Sio Sayang, katanya...

Sio sayang.. Jika saja umur bisa ditebak hingga kapan mungkin setiap hari akan kuusahakan menjadi manfaat walaupun hanya pada semut. Sio sayang.. Jika saja besok kutahu aku akan mati, hari ini akan kukunjungi semua kerabat, teman, kenalan, yang mungkin pernah kusakiti hatinya. Dengan tertunduk menangisi semua dosa, aku dengan kerendahan hatiku akan memohon mereka mendoakanku, agar mudah mengucap laa ilaaha illallah saat malaikat maut di depanku. Sio sayang.. Jika aku tahu hidupku tak lama lagi, akan kubuang semua keinginan duniawi yang menggerogoti hampir semua waktuku. Akan kugunakan sebagian besar jam yang terlewati untuk bersujud memohon ampunNya, tiada lain yang kan kulakukan selain untuk memohon ridhaNya. Sio sayang. Sio kasihan. Hidup tidak ada yang tahu akan sampai kapan. Kita menangisi jasad orang lain. Padahal jika saja jasad itu dapat berbicara dan menceritakan pada kita bagaimana rasanya sakratul maut, kita akan berhenti menangisinya dan akan mulai me...

I Want To Be Doctor

Gambar
               Hello everybody, how are you? Ah sudah lama tidak bertemu, okay kali ini aku mau sedikit cerita nih. Cerita yang mungkin bisa bikin aku malu suatu saat nanti atau malah bikin aku tersenyum bangga. Hah entahlah.                Sekarang aku sudah kelas XII, gak kerasa banget padahal rasanya baru kemarin aku ikut tes masuk Sekolah Menengah Atas. Itu menandakan waktu tidak pernah berhenti barang sedetikpun, bahkan saat aku tidak menyadarinya.                Masuk kelas 3 SMA ini, dimana suasana kegalauan semakin merebak dikalangan siswa tahun akhir, obrolan tentang masa depan mulai menggaung dimana-mana. Obrolan mengenai pilihan jurusan dan universitas sudah menjamur mulai dari kantin, laboratorium, kelas, mushola, tempat parker, WC, aula sampe jalan raya! Yap, akh...