Selamat Ulang Tahun Beya
Selamat Ulang Tahun Beya sayang,
mungkin selama ini aku adalah sahabat paling payah dalam hidup kamu
Hari ulang tahunmu saja aku kadang lupa
Apalagi memberimu sebuah kejutan indah
Kado saja tak pernah kau terima
Dewasa ini entah kenapa aku tidak terlalu memikirkan perihal peringatan hari kelahiran
tidak ada yang lebih istimewa dari rasa syukur kau pernah terlahirkan kedunia
Dan Allah masih memberimu kesempatan sampai detik ini
Sampai waktu yang telah ditentukan yang manusia tidak akan pernah tahu kapan
Tahun ke tahun usia kita menua, apalah yang perlu diperingatkan
selain menengok diri sudah baik atau tidak
Saat raga sudah tidak lagi menjejak ditempat yang sama
Aku bukanlah lagi seorang yang menemanimu untuk mengenal dunia
Saat raga sudah tidak lagi menjejak ditempat yang sama
Dibanding mereka, aku bukanlah lagi seorang yang paling tahu perihal keadaanmu
Namun percayalah, seorang sahabat takkan pernah lupa untuk mendoa
Agar sebagaimanapun harimu yang sendu; Mereka yang ada disekelilingmu tak pernah jemu untuk menciptakan bahagiamu
Saat raga sudah tidak lagi menjejak ditempat yang sama
Saat kesibukan menguasai waktuku
Aku begitu sulit mencari celah untuk meluangkan waktu untukmu
Namun percayalah, seorang sahabat tak pernah lupa untuk mendoa
Ada sajadah yang menjadi saksi bahwa disetiap lima waktu yang dimilikinya, namamu adalah salahsatu yang tak pernah enggan untuk dilafadzkannya
Saat raga sudah tidak lagi menjejak ditempat yang sama
Kau dan aku sudah tidak lagi saling menggenggam
Aku bukanlah lagi seorang yang sanggup kau jadikan pegangan
Namun percayalah, seorang sahabat tak pernah lupa untuk mendoa
Agar Tuhan menghadirkan seorang yang lain yang sanggup kau andalkan
Saat raga sudah tidak lagi menjejak ditempat yang sama
Aku mungkin bukan lagi seorang yang kau pilih untuk berbagi beban patah hati
Tak apa, bila seorang itu bukanlah aku lagi
Akan kuberitahu kau perihal rumus patah hati
Aku tak ingin patah hati membuatmu nyeri
Ingatlah ini:
Semua yang bersama pasti akan berpisah tepat pada waktunya
Namun bila Allah sudah jodohkan
Yang pergi sudah pasti akan kembali
Yang dipisahkan sudah pasti akan kembali dipertemukan
Dibelahan dunia manapun kau berada
Sejauh apapun jarak kita
Percayalah kita masih sanggup mendekap erat dengan doa
Percayalah disepertiga malam aku juga menyapamu tak hanya menyapanya
Disepertiga malam aku tak hanya menyebut namanya, namun juga namamu
Disepertiga malam aku tak hanya mendoa perihal impiannya, namun juga impianmu
Kau yang selalu berupaya agar Ibu dan Ayah segera melihatmu memakai toga dikepala
Percayalah seorang sahabat selalu ingin menjejak ditempat yang sama
Namun bila pada faktanya kehendak Allah berbeda
Ketika untukmu aku tak sanggup untuk selalu ada
Seorang sahabat takkan pernah lupa untuk mendoa
Agar sementara waktu saat kau dan aku tak berada dijalan yang sama
: Allah tak membiarkanmu berjalan seorang diri saja
Teruntuk sahabat dunia akhiratku, Faiha Fathiyyatu Salsabila (19 tahun)

Komentar