Sio Sayang, katanya...

Sio sayang..
Jika saja umur bisa ditebak hingga kapan mungkin setiap hari akan kuusahakan menjadi manfaat walaupun hanya pada semut.
Sio sayang..
Jika saja besok kutahu aku akan mati, hari ini akan kukunjungi semua kerabat, teman, kenalan, yang mungkin pernah kusakiti hatinya. Dengan tertunduk menangisi semua dosa, aku dengan kerendahan hatiku akan memohon mereka mendoakanku, agar mudah mengucap laa ilaaha illallah saat malaikat maut di depanku.
Sio sayang..
Jika aku tahu hidupku tak lama lagi, akan kubuang semua keinginan duniawi yang menggerogoti hampir semua waktuku. Akan kugunakan sebagian besar jam yang terlewati untuk bersujud memohon ampunNya, tiada lain yang kan kulakukan selain untuk memohon ridhaNya.
Sio sayang.
Sio kasihan.
Hidup tidak ada yang tahu akan sampai kapan. Kita menangisi jasad orang lain. Padahal jika saja jasad itu dapat berbicara dan menceritakan pada kita bagaimana rasanya sakratul maut, kita akan berhenti menangisinya dan akan mulai menangisi diri kita sendiri.
Saat kita mulai membuka mata, Tuhan sudah menyiapkan skenario cerita kehidupan kita dengan sangat indahnya namun Dia sertakan berbagai pilihan. Itulah mengapa, soal keadaan kita saat mati nanti adalah pilihan kita.
***
Sio sayang.
Hati takuti inga mati.
Sapa tau ada utang yang belum dibayar, keluarga akan membayarkan. Sampai mati pun kita jadi beban.
Sio sayang.
Papa bilang hidup ini lurus-lurus saja. Kalo salah minta maaf. Ada yang salah, kase maaf. Hidup ini tujuan Allah saja.
***
Sio sayang..
Yang abadi jauh lebih indah dari pada sekedar mengejar yang fana.

(via fityanisyahrir)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Ulang Tahun Beya

Harmoni

Harapan dan Doa