Surat Untuk Bian: Perihal Kehilangan
Assalamualaikum Bian, pagi :)
Bi, Kita tidak pernah bisa menghindari kehilangan. Kehilangan apapun dan siapapun. Kehilangan karena Allah lebih dulu memanggilnya atau kehilangan-kehilangan karena yang lainnya. Yang harusnya kita cari rumusnya adalah bagaimana cara menguatkan dirisendiri untuk menghadapinya.
Bian, kita sama-sama ingat ini ya:
“ Kehilangan tidak pernah datang lebih cepat juga tidak pernah datang terlambat. Selalu datang tepat pada waktunya, sesuai dengan ketetapan-Nya. Bilapun hari ini kita tidak kehilangan dengan cara yang ini, kemungkinan dengan cara yang itu, bila bukan dengan cara yang itu, kemungkinan dengan cara yang begini, bila bukan dengan cara yang begini, kemungkinan dengan cara yang begitu, atau dengan cara-cara yang tidak pernah kita sangka-sangka. Perihal kehilangan; Bukan waktunya yang bisa ditunda, namun caranya yang memiliki kemungkinan untuk berbeda.”
Kita sama bi. Sama-sama pernah kehilangan. Ditinggal pergi untuk selamanya. Dimana aku ngga bisa lagi melihat raganya didunia. Semua hanya tinggal bayangan dan kenangan yang hanya bisa dikenang, bukan untuk diulang. Aku pernah ngrasain itu bi. Rasanya sakit sekali, nyeri sekali, sesak sekali. Banyak yang aku sesali, kenapa dulu aku ngga begini, kenapa dulu aku ngga begitu.
Kita tahu bi;
“ Disaat kita kehilangan seseorang, kita hanya kehilangan raganya. Jiwanya ada bersama pencipta-Nya. Kita masih punya doa. Kita masih diberi kesempatan melakukan yang terbaik untuk memastikan kebahagiaannya diatas sana.”
Bi,
“Kehilangan demi kehilangan akan datang silihberganti. Suatu hari nanti kita akan kehilangan lagi. Karenanya; Syukuri hari ini, syukuri apa yang kita miliki hari ini, cintai apa yang kita miliki hari ini sebaik-baiknya. Karena hari ini tidak akan bisa terulang lagi. Dan kehilangan datangnya tanpa permisi. Tidak butuh izin dari manusia manapun, termasuk; kita.”
Kamu laki-laki hebat bi, aku yakin Ayah pasti tersenyum melihat kamu dari surga. Ayah pasti bangga melihat anak lelaki satu-satunya dianugrahi ketangguhan luarbiasa untuk menjaga Ibu, Kakak, Adiknya. Semangat terus bi, kamu kuat, kamu hebat.
(celotehsinonapuisi)
Bi, Kita tidak pernah bisa menghindari kehilangan. Kehilangan apapun dan siapapun. Kehilangan karena Allah lebih dulu memanggilnya atau kehilangan-kehilangan karena yang lainnya. Yang harusnya kita cari rumusnya adalah bagaimana cara menguatkan dirisendiri untuk menghadapinya.
Bian, kita sama-sama ingat ini ya:
“ Kehilangan tidak pernah datang lebih cepat juga tidak pernah datang terlambat. Selalu datang tepat pada waktunya, sesuai dengan ketetapan-Nya. Bilapun hari ini kita tidak kehilangan dengan cara yang ini, kemungkinan dengan cara yang itu, bila bukan dengan cara yang itu, kemungkinan dengan cara yang begini, bila bukan dengan cara yang begini, kemungkinan dengan cara yang begitu, atau dengan cara-cara yang tidak pernah kita sangka-sangka. Perihal kehilangan; Bukan waktunya yang bisa ditunda, namun caranya yang memiliki kemungkinan untuk berbeda.”
Kita sama bi. Sama-sama pernah kehilangan. Ditinggal pergi untuk selamanya. Dimana aku ngga bisa lagi melihat raganya didunia. Semua hanya tinggal bayangan dan kenangan yang hanya bisa dikenang, bukan untuk diulang. Aku pernah ngrasain itu bi. Rasanya sakit sekali, nyeri sekali, sesak sekali. Banyak yang aku sesali, kenapa dulu aku ngga begini, kenapa dulu aku ngga begitu.
Kita tahu bi;
“ Disaat kita kehilangan seseorang, kita hanya kehilangan raganya. Jiwanya ada bersama pencipta-Nya. Kita masih punya doa. Kita masih diberi kesempatan melakukan yang terbaik untuk memastikan kebahagiaannya diatas sana.”
Bi,
“Kehilangan demi kehilangan akan datang silihberganti. Suatu hari nanti kita akan kehilangan lagi. Karenanya; Syukuri hari ini, syukuri apa yang kita miliki hari ini, cintai apa yang kita miliki hari ini sebaik-baiknya. Karena hari ini tidak akan bisa terulang lagi. Dan kehilangan datangnya tanpa permisi. Tidak butuh izin dari manusia manapun, termasuk; kita.”
Kamu laki-laki hebat bi, aku yakin Ayah pasti tersenyum melihat kamu dari surga. Ayah pasti bangga melihat anak lelaki satu-satunya dianugrahi ketangguhan luarbiasa untuk menjaga Ibu, Kakak, Adiknya. Semangat terus bi, kamu kuat, kamu hebat.
(celotehsinonapuisi)
Komentar